HEBOH, Inilah Hukum Menggunakan Kawat Gigi

By | 27/11/2015

HEBOH, Inilah Hukum Menggunakan Kawat Gigi – Herbalers, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kawat gigi kan? Nah saya tulis dulu deh sedikit penjelasan tentang kawat gigi, di simak ya !

Kawat gigi atau braces dalam bahasa inggris, merupakan salah satu trend yang sedang booming di negara kita sekarang ini, terlebih bagi kaum remaja. Hampir 90% kawat gigi atau behel digunakan oleh kaum remaja, baik wanita maupun pria.

Kalian harus tahun herbalers, awalnya kawat gigi ini merupakan salah satu alternative yang digunakan untuk mengatasi pola gigi yang bermasalah seperti tidak rata atau menumpuk. Pola gigi seperti itu akan menyulitkan kita dalam membersihkan sisa-sisa makanan yang berada di sela-sela gigi yang tersembunyi. Selain itu pola gigi juga berfungsi untuk memperbaiki mekanisme mengunyah, pencernaan, dan pengucapan dalam bertutur. Pola gigi yang bermasalah juga biasanya akan membuat kita kurang percaya diri jika bertemu dengan orang-orang baru.

HEBOH, Inilah Hukum Menggunakan Kawat Gigi Menurut Islam

 

Nah herbalers, Bangsa kita merupakan bangsa yang beragama dan didalamnya terdapat agama yang berbeda-beda pula, dan yang terbesar di Indonesia adalah agama Islam. Betul kan. 

Lalu bagaimana dalam Hukum Islam terhadap penggunaan kawat gigi ini?

Bagi umat muslim, sebelum kita memutuskan untuk menggunakan behel ini, ada baiknya mengenali hukum-hukum penggunaannya. Segala sesuatu yang ada didunia ini telah dijelaskan dalam Al-quran. Termasuk yang sedang kita bahas ini.

Fenomena ini sangat menarik perhatian sebagian kaum muslimin yang memiliki kepedulian terhadap hukum halal dan haram. Kebanyakan mereka menanyakan tentang status hukumnya berdasarkan dari Al-Qur’an, hadits dan Sunnah. Oleh karenanya, untuk mempermudah pemahaman, inilah hukum yang dijelaskan Islam.

Menurut hadist :

Jika gigi seseorang kurang teratur atau tidak rapih, tetapi masih dalam batas yang wajar, tidak menakutkan orang, dan bukan suatu cacat atau sesuatu yang tidak  memalukan, serta pemakaian kawat behel dalam hal ini hanya sekedar untuk keindahan atau kecantikan saja, maka hukum pemakaian kawat gigi atau behel tersebut tidak boleh karena termasuk dalam katagori merubah ciptaan Allah suhbanahu wata’ala.

Dalilnya adalah hadist Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim)

Dari penjelasan hadits diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa penggunaan kawat gigi tidak diperbolehkan jika keadaannya tidak masuk dalam kategori darurat dan hanya untuk memperindah atau mempercantik penampilan.

Pengecualian :

Namun dalam hal ini juga ada pengecualian sehingga penggunaan behel diperbolehkan menurut Islam. Seperti yang telah dijelaskan diatas, pengecualian tersebut berlaku jika dalam keadaan darurat dan mendesak kebutuhan sehingga mengharuskannya memakai kawat gigi.

Darurat dalam kategori ini yaitu jika keadaan gigi tersebut gingsul atau menonjol keluar dan keadaannya yang parah sehingga menyulitkan dia untuk mengunyah makanan dan mengganggu kefasihan dalam berbicara. Selain itu, penggunaan kawat gigi juga di perbolehkan jika terjadi cacat pada giginya dan membuat orang merasa jijik atau takut melihat dirinya atau juga terjadinya permasalahan yang terkait dengan indikasi kesehatan.

Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits berikut ini.

Tirmidzi An-Nasai, dan Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis dari Arjafah bin As’ad radhiallahu’anhu, Ia mengatakan, “Hidungku terpotong pada Perang Kullab di masa jahiliyah. Aku pun menggantikannya dengan daun, tetapi daun itu bau sehingga menggangguku. Lal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku menggantinya dengan emas.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, dan Abu Dawud).

Hadits diatas menjelaskan Perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kepada ‘Arjafah untuk memperbaiki hidungnya dengan emas merupakan dalil bolehnya memperbaiki gigi. Tetapi kembali pada penjelasan diatas. Adapun memperbaiki gigi yang cacat, maka tidak ada larangan untuk menatanya agar hilang cacatnya.

Initinya :

Jadi intinya adalah pemakaian kawat gigi diperbolehkan. Tetapi hanya untuk mereka yang giginya dalam keadaan darurat dan mendesak kebutuhan sehingga mengharuskan mereka untuk menggunakan kawat gigi. Sementara bagi yang bertujuan memperindah penampilan agar terlihat cantik atau tampan, maka hukum penggunaan kawat gigi adalah tidak diperbolehkan.

Herbalers, demikianlah artikel yang mengulas mengenai hukum menggunakan kawat gigi menurut syari’at Islam. Bersyukur merupakan cara terbaik untuk menerima semua anugerah tuhan yang bergitu indah pada tubuh kita. Untuk apa kita terlihat cantik dan undah dalam pandangan manusia, jika Allah sendiri tidak meridhainya. Semoga dengan artikel yang sederhana ini dapat memberikan Anda pengetahuan mengenai hukum menggunakan kawat gigi atau behel tersebut. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Ramuan Herbal || HEBOH, Inilah Hukum Menggunakan Kawat Gigi

2 thoughts on “HEBOH, Inilah Hukum Menggunakan Kawat Gigi

  1. heri

    terima kasih atas infonya gan, sangat bermanfaat

    Reply
    1. admin2 Post author

      Sama-sama, semoga webiste ramuan herbal ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan banyak orang. Terimakasih juga telah berkunjung.

      Reply

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini!