Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS)

By | 02/03/2017

Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Selamat datang di www.ramuanherbal.web.id. Situs terpercaya penyedia informasi dan penjual berbagai obat herbal online terbaik. Dalam kesempatan kali ini kami menyediakan informasi mengenai Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan pengobatannya.

Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau juga disebut dengan sindrom iritasi usus adalah gangguan umum yang mempengaruhi usus besar (kolon). Kondisi ini sering menyebabkan kram, nyeri perut, kembung, sering buang gas, diare dan sembelit. IBS merupakan kondisi kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang.

Irritable Bowel Syndrome (IBS) tidak sama dengan ulcerative colitis dan penyakit Crohn. Beberapa orang dapat mengatasi gejala IBS dengan mengontrol diet, gaya hidup dan tingkat stres. Namun IBS tetap memerlukan pengobatan yang tepat.

Tanda dan Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Tanda-tanda dan gejala sindrom iritasi usus besar ini tidak selalu sama pada setiap orangnya. Tanda dan gejala yang paling umum diantaranya yaiut:

  • Mengalami sakit atau kram pada perut, kondisi akan bertambah buruk setelah makan dan mereda setelah buang air besar
  • Perut kembung
  • Sering buang gas
  • Diare atau sembelit
  • Terdapat lendir pada tinja
  • Sulit atau bahkan mudah buang air besar
  • Perut menonjol
  • Beberapa orang juga dapat memiliki gejala kencing atau masalah seksual.
  • Stres bisa membuat gejala lebih buruk.

Bagi kebanyakan orang, IBS adalah kondisi kronis yang memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.

Gejala yang mungkin menunjukkan kondisi yang lebih serius termasuk:

  • Mengalami perdarahan pada rektum
  • Nyeri perut yang berlangsung lebih lama atau pada malam hari
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis

Kondisi sindrom iritasi usus (IBS) yang parah berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lain seperti penyakit radang usus dan kanker usus besar serta kemungkinan komplikasi dari diare kronis.

Penyebab Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Studi menunjukkan bahwa usus besar bersifat hipersensitif, sehingga dapat bereaksi secara berlebihan terhadap rangsangan sekecil apapun. Banyak orang berpikir bahwa IBS terjadi ketika otot-otot di perut tidak bekerja dengan normal, yang mempengaruhi pergerakan tinja. Tetapi hasil penelitian tidak mendukung hal ini.

Teori lain menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh bahan kimia yang dibuat oleh tubuh, seperti serotonin dan gastrin, yang mengontrol sinyal saraf antara otak dan saluran pencernaan.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Irritable Bowel Syndrome (IBS), tetapi beberapa faktor memiliki peran atas kondisi ini. Dinding usus dilapisi dengan lapisan otot yang terkoordinasi untuk memindahkan makanan dari perut ke anus melalui saluran usus. Jika seseorang memiliki sindrom iritasi usus, kontraksi mungkin lebih kuat dan bertahan lebih lama dari biasanya, keadaan tersebut menyebabkan perut bergas, kembung dan diare. Atau sebaliknya, dengan kontraksi usus yang lemah maka makanan akan sulit dicerna dan akan tinja akan mengeras, atau sering disebut dengan tinja kering.

Kelainan pada sistem saraf pencernaan juga mungkin menjadi salah satu penyebab dari IBS. Kurangnya koordinasi antara otak dan usus dapat membuat tubuh mengalami reaksi yang berlebihan terhadap perubahan yang biasanya terjadi dalam proses pencernaan. Reaksi berlebihan ini dapat menyebabkan rasa sakit, diare atau sembelit.

Pemicu Irritable Bowel Syndrome (IBS) bervariasi

Pemicu Irritable Bowel Syndrome (IBS) pada setiap orang tidak selalu sama. Berikut ini merupakan beberapa faktor pemicu dari Penyebab Irritable Bowel Syndrome (IBS):

1. Makanan

Peran alergi makanan atas sindrom iritasi usus besar (IBS) belum dapat dipahami dengat pasti, tetapi banyak orang yang memiliki gejala lebih parah ketika mereka makan makanan tertentu. Berbagai macam makanan yang dapat menjadi faktor penyebab sindrom iritasi usus diantaranya yaitu cokelat, rempah-rempah, lemak, buah-buahan, kacang-kacangan, kubis, kembang kol, brokoli, susu, minuman bersoda dan alkohol. Hal ini tentunya tidak dapat terjadi pada semua orang. Jika Anda mengalami IBS setelah mengkonsumsi makanan terterntu, pastikan Anda mengingat dan mencatatnya agar Anda tidak mengkonsumsinya kembali.

2. Stres

Kebanyakan orang dengan IBS mengalami gejala yang lebih buruk ketika mereka mengalami stres.

3. Hormon

Wanita memiliki risiko dua kali lebih mungkin untuk mengalami IBS. Peneliti percaya bahwa perubahan hormonal sangat berperan terhadap kondisi ini. Banyak wanita mengalami gejala lebih buruk selama atau sekitar periode menstruasi mereka.

4. Penyakit lainnya

Kadang-kadang penyakit lain seperti infeksi  diare akut (gastroenteritis) atau terlalu banyak bakteri dalam usus (pertumbuhan bakteri yang berlebihan), dapat memicu IBS.

Cara Mencegah IBS dengan Perubahan Diet dan Gaya Hidup

Dengan perubahan dalam diet dan gaya hidup dapat mempengaruhi tingkat risiko mengalami IBS. Perubahan diet dan gaya hidup yang lebih sehat dapat membantu Anda memiliki risiko yang lebih kecil dari IBS.

  • Hindari kafein (kopi, teh, dan soda).
  • Tambahkan lebih banyak serat dalam diet Anda dengan makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Minum air putih 6-8 gelas sehari
  • Berhentni merokok.
  • Belajar untuk bersantai, untuk mengurangi stres dalam hidup Anda.
  • Membatasi susu atau keju yang Anda makan.
  • Makan makanan kecil lebih sering daripada makan besar.
  • Mencatat makanan yang Anda makan sehingga Anda dapat mengetahui makanan mana yang menyebabkan serangan IBS.

Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Berikut jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati IBS:

  • Antispasmodik bekerja dengan cara mengontrol otot usus yang kejang, namun para ahli tidak yakin bahwa obat ini dapat membantu. Selain itu obat ini juga memiliki efek samping, seperti membuat Anda mengantuk dan sembelit.
  • Obat anti diare, seperti Imodium. Obat ini dapat membantu mengatasi diare.
  • Laksatif  atau pencahar dapat memberikan bantuan untuk mengatasi sembelit.
  • Psyllium, bubuk gandum, dan jagung, membantu memperlambat gerakan makanan melalui sistem pencernaan dan juga dapat membantu meringankan gejala IBS.
  • Antidepresan juga dapat membantu meringankan gejala IBS pada beberapa orang.
  • Linaclotide (Linzess) adalah kapsul yang dapat Anda gunakan sekali sehari saat perut kosong, setidaknya 30 menit sebelum sarapam. Obat ini akan membantu meringankan sembelit dengan membantu pergerakan usus yang lebih optimal.
  • Lubiprostone ( Amitiza ) dapat mengobati IBS dengan sembelit. Efek samping yang umum dari obat ini termasuk mual, diare, dan nyeri perut. Efek samping yang lebih serius mungkin termasuk, pingsan, pembengkakan pada lengan dan kaki, masalah pernapasan, dan jantung berdebar-debar.

Jika Anda berencana untuk menggunakan obat ini, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter.

Demikian informasi mengenai Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda. Terimakasih.

Ramuan Herbal | Obat Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini!