Sholat Menyembuhkan Penderita Disfungsi Ereksi | Toko Acep

By | 19/06/2016

Sholat Menyembuhkan Penderita Disfungsi Ereksi – Kewajiban shalat lima kali sehari semalam bagi semua umat Islam bermula sejak Rasulullah diangkat ke langit dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Tidak seperti ibadah-ibadah lain, karena begitu istimewa sekali ibadah shalat sehingga Rasulullah SAW harus naik ke langit untuk menerima Rukun Islam yang kedua ini.

Keistimewaan shalat menarik minat peneliti Universiti Malaya (UM). Minat penelitian ini timbul karena dipandang masih sangat sedikitnya kajian yang komprehensif mengenai shalat dari segi saintifik.

Sebuah studi ilmiah di Malaysia telah mengungkap manfaat dari ibadah shalat, tidak hanya meningkatkan iman dan kedekatan seseorang terhadap sang pencitanya, tapi melakukan shalat dengan gerakan yang benar juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik, termasuk menyembuhkan disfungsi ereksi.

Manfaat lain dari shalat diungkap oleh penelitian yang dilakukan tim peneliti biomedis dari Universitas Malaya. Dari penelitiannya itu mengungkapkan bahwa “shalat bisa mengurangi detak jantung yang cepat, mengurangi sakit punggung, dan menguatkan otot bawah panggul.”

Sholat Menyembuhkan Penderita Disfungsi Ereksi

Penelitian ini dilakukan Kepala Biomedical Engineering Department di Universitas Malaya, Prof Madya Dr Fatimah Ibrahim yang beranggotakan Prof. Dr. Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew Cheok. Menurut Fatimah Ibrahim, berdasarkan hasil studi mereka menemukan sholat dapat membantu pasien penderita disfungsi ereksi. Mengutip hasil studi peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Marijke Van Kampen, Dr. Fatimah mengatakan olahraga untuk otot bawah panggul bisa memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi gejala penyakit disfungsi ereksi.

“Percobaan yang kami lakukan terhadap dua orang pasien penderita disfungsi ereksi, dan mereka menunjukkan adanya perbaikan yang cepat (dalam hal kesehatan seksual mereka), setelah menjalani “terapi shalat” selama satu bulan,” katanya kepada para wartawan setelah pembukaan seminar nasional “Shalat Science” di Masjid Wilayah Persekutuan, Malaysia. Seminar dibuka oleh mantan perdana menteri Malaysia Tun Abdullah Ahmad Badawi.

Baca juga : Pengobatan Herbal Disfungsi Ereksi

Dr. Fatimah mengatakan bahwa gerakan shalat juga bisa mengurangi derita sakit punggung, terutama bagi ibu hamil. Studi itu dilakukan dengan melibatkan pasien penderita sakit punggung biasa dan ibu hamil dari komunitas Melayu, India dan China.

Menurut Ng Siew Chok yang menjalankan kajian otak dalam dalam penelitian ini mengatakan, “setiap pergerakan manusia menghasilkan corak gelombang otak tertentu dan unik. Gelombang otak yang dihasilkan ketika pergerakan meliputi gelombang alfa, beta dan gamma. Kajian akan dilakukan atas gelombang otak yang dihasilkan ketika shalat pada setiap posisi seperti rukuk, sujud, I’tidal dan duduk saat tahiyat.

“Shalat jelas secara umum melibatkan bacaan serta penghayatan ayat suci Al-Quran, doa-doa serta pergerakan yang didapati menyamai meditasi.

“Semasa solat, berhenti seketika sebelum berganti posisi atau tuma’ninah dapat dikatakan seseorang berada dalam masa ketenangan,” katanya.

Dalam kajian ini isyarat otak Muslim yang shalat direkam dan dianalisis, di mana dua kajian saintifik dilakukan yaitu pada perobahan isyarat otak saat tuma’ninah dan hubungan shalat kepada isyarat otak.

Hasilnya, didapati bahwa shalat menghasilkan keadaan yang tenang pada otak manusia dan melaksanakan shalat amat baik dalam mengekalkan tahap kestabilan mental dan emosi seseorang. Kata Siew Cheok

Posisi rukuk dan sujud bisa digunakan sebagai terapi, karena gerakan itu membuat tulang belakang menjadi rileks dan mengurangi tekanan pada syaraf tulang belakang. “Ibu-ibu non-Muslim hanya melakukan gerakan posisi itu selama terapi berlangsung. Mereka menunjukkan kemajuan hanya dalam waktu satu bulan,” katanya.

Dalam penelitian Prof Dr Wan Azman Wan Ahmad, konsultan spesialis jantung di UM Medical Centre, menemukan bahwa shalat dapat mengurangi kecepatan d3tak jantung hingga 10 kali dalam satu menit pada posisi sujud, di mana kening, hidung, tangan dan lutut kaki menyentuh tanah. Ia mengatakan, 12 raka’at shalat sama dengan 30 menit olahraga ringan setiap hari seperti yang dianjurkan oleh ahli-ahli kesehatan.

Dr. Mohammad Sholeh asal Indonesia melakukan penelitian hubungan shalat tahajjud dan dampaknya bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan, shalat tahajjud yang dilakukan secara ikhlas dan istiqomah (kontinyu), ternyata mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural. Penelitian berupa disertasi berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik, juga menunjukkan, bahwa shalat tahajjud bisa menjadi penyembuh penderita kanker ganas.

Dengan temuan ini tentunya membuat kita semakin semangat untuk melaksanakan shalat yang 5 waktu. Mengenai disfungsi ereksi, masalah seksual ini juga dapat di obati dengan pengobatan herbal alami. Informasinya bisa Anda ketahui di >> 5 Pengobatan Alami Disfungsi Ereksi

Baca Juga :

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini!